Memahami tentang Sistem Refrigerasi

Komponen Pendukung pada Sistem Refrigerasi

  • Solonoid Valve
    Solenoid valve pada system refrigerasi berfunsi sebagai pembatas bisa juga untuk menutup aliran Refrigeran pada saat mesin tidak bekerja. Dan akan kembali terbuka seasaat sebelum mesin akan bekerja kembali. Pada beberapa alat solonoid valve dapat di gunakan sebagai untuk mengurangi bunga es yang berlebihan atau biasanya pada saat proses defrost atau pencairan es pada evaporator dengan metode hot gas defrosts.
  • Filter Dryer
    Filter dryer ini berfungsi atau berguna sebagai penyaring kotoran yang ikut pada saat aliran refrigeran berjalan dan terdapat juga butiran butirannya berfungsi sebagai penyaring kotoran dan juga bisa sebagai atau dapat menyerap kadar air yang bersamaan dengan jalannya refrigerant pada saat system refrigerasi bekerja. Filter dryer dipasang pada liquid line, di antara kondensor dan kapiler atau ekspansi.
  • Sight Glass
    Sight Glass berfungsi untuk mengamati secara visual kondisi refrigeran pada liquid line karena pada Sight Glass di buat terdapat kaca yang transparant.
    dari komponen Sight Glass kita bisa sedikit mengamati jalannya liquid atau refrigeran terlihat normal atau tidak dan serta pada sata system refrigerasi berhenti dapat mengamati kesempurnaan ruang refrigeran contohnya jika terdapat gelembung berarti masih terdapat udara yang mengakibatkan proses refrigerasi kurang sempurna, dan juga dapat melihat warna refrigeran masih terdapat atau tidak kandungan uap airnya.
    Access Port / Service Valve
    Access Port / Service Valve iniberfunsi untuk proses vakum atau isi refrigeran atau freon serta dapat di gunakan untuk pumpdown refigerant pada saat akan melakukan perbaikan
    Liquid Receiver
    Liquid Receiver ini berfungsi sebagai penampung refrigeran cair yang berasal dari kondenser. Liquid receiver dipasang padaliquid line sebelum filter dryer dan sight glass.
  • Termostat
    Termostat berfunsi sebagai alat kontrol suhu pada kisaran yang di inginkan. misalnya suatu benda atau ruangan mengionginkan pada suhu 20 derajat celcius maka setelah sensor termostar mendapat suhu tersebut akan melakukan pemutusan arus atau mengentikan proses refrigerasi.
  • HPLP control
    HPLP control berfungsi hampir mirip dengan termostart akan tetapi HPLP control bekerja berdasarkan tekanan liquid atau refrigerant. HPLP control terdapat dua bagian yaitu HP ( high gressure ) dan LP ( low pressure ). HP bekerja memutuskan arus listrik atau daya pada saat high pressure yang di dapat melebihi batas yabg di inginkan, LP ( low Pressure ) berfungsi Jika tekanan di bawah tekanan yang di inginkan berarti arus daya terputus dan tentunya proses refrigerasi tidak bisa di operasikan.

Sebenarnya masih banyak system refrigerasi yang belum di bahas dan di karenakan mata dan badan sudah capek maka saya akhiri disini saja. apabila banyak kesalahan penulisan saya mohon di maafkan.

klik bahasan sebelumnya…….